cool hit counter

PCIM Turki - Persyarikatan Muhammadiyah

 PCIM Turki
.: Home > Artikel

Homepage

Resensi Jurnal 4 | Problematika Perkaderan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM)

.: Home > Artikel > Pimpinan Pusat
31 Maret 2019 01:52 WIB
Dibaca: 139
Penulis : Ari Anshori

Bersama diketahui, PTM lebih banyak dibanding dengan PT Negeri atau Yayasan lain. Secara kuantittas ini menunjukkan keberhasilan organisasi Muhammadiyah dalam mengembangkan dakwahnya dalam bidang pendidikan. Namun, jika dilihat dari sisi kualitas maka perlu ada usaha peningkatan dan pengembangan agar PTM ini mampu bersaing secara kualitas dan kuantitas. Salah satu hal yang harus ditingkatkan adalah SDM yang terkader. PTM wajib ikut mengembangkan fungsi dan kualitas perkaderan yang sistematik dengan cara memperteguh militansi, kompetensi, dan menempatkan kader Muhammadiyah sebagai pelaku gerakan di tengah dinamika persyarikatan, umat, dan bangsa serta perkembangan global.

           

PTM pada awalnya hanya memperhatikan proses berjalannya manajemen penyelenggaraan pendidikan. Namun, sekarang sudah saatnya PTM berkembang lagi lebih dinamis dan mandiri. Hal ini dipahami dengan adanya pergerakan menjadikan PTM sebagai Center of Technopreneurship yang menjalankan roda perguruan tingga penghasil lulusan yang kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan berbasis ilmu pengetahuan. Menghubungkan konsep tujuan pendidikan dengan keberhasilan alumni mengaplikasikan diri sebagai pemimpin masa depan.

 

Untuk itu, kita butuh pemimpin yang memulai hari ini, bukan besok dan bukan lusa. Perihal inilah yang selalu diingatkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir untuk melakukan pembenahan dan perubahan yang signifkan pada perjalanan dan proses pergerakan PTM. Sebab, dengan adanya memulai gerakan hari ini ada sebuah harapan yang dapat dipetik dikemudian hari. PTM mengawali penciptaan proses dan pembentukan usaha baru berbasis teknologi. Mengadakan gerakan produk inovasi sebagai salah satu fektor pergerakan dalam pengembangan ekonomi.

 

Selanjutnya, PTM diarahkan sebagai pusat riset, salah satu indikatornya jumlah program studi dan mahasiswa setingkat S2/S3 lebih banyak, demikian pula dosennya sudah banyak yang tamatan S3. Jika melihat perkembangan dan pergerakan PTM selama ini sudah patut diapresiasi karena telah banyak memberikan bantuan pendidikan bagi dosen baik informasi, jaringan bahkan pemberian bantuan melanjutkan pendidikan bagi dosen. Hanya saja tinggal perlu ditingkatkan lebih lagi dalam hal penelitian. Selain meningkatkan kuantitas dosen peneliti, juga perlu memperhatikan kualitas penelitian tersebut. Dan lebih lagi adalah penyediaan sarana dan anggaran penelitian bagi para peneliti.(das)

 

Sumber: http://journals.ums.ac.id/index.php/tajdida/article/view/5756


Tags: kader , perguruan , tinggi , muhammadiyah
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori : Resensi Jurnal

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website